Senin, 07 April 2014

Kisah Hantu Jepang Yang ditakuti Masyarakat

Kuchisake Onna

Kuchisake-onna (口裂け女) atau wanita bermulut robek adalah sejenis siluman dalam mitologi dan legenda urban Jepang. Ia berwujud seorang wanita yang menutup mulutnya yang robek dengan kipas, syal atau masker operasi (versi yang paling populer). Ia sering muncul di jalan-jalan yang sepi dan bertanya pada orang yang ditemui apakah dirinya cantik. Bila orang itu menjawab tidak atau ketakutan melihat wujud seramnya ia akan membunuh orang itu.
Dalam legenda, Kuchisake-onna tadinya adalah seorang wanita muda yang hidup pada Zaman Heian. Kemungkinan ia adalah seorang istri atau selir samurai. Ia dikaruniai wajah yang sangat cantik namun sombong, ia juga sering berselingkuh di belakang suaminya. Suaminya merasa sangat cemburu dan dikhianati menyerangnya dan membelah mulutnya dari kuping ke kuping. “Sekarang siapa yang akan berkata kau cantik?” ejek suaminya.
Sementara dalam versi legenda urban, Kuchisake-onna adalah seorang wanita korban operasi wajah yang gagal. Konon katanya, dokter yang mengoperasi wajahnya memakai pomade (jenis minyak rambut) dengan bau yang menusuk. Ketika sedang dioperasi ia tidak bisa tenang karena bau itu sehingga si dokter secara tidak sengaja memotong mulutnya hingga robek. Wanita itu menjadi histeris dan marah lalu membunuh dokter itu. Belakangan ia dibunuh oleh para penduduk kota dan menjadi hantu penasaran.
Ada beberapa versi lain mengenai asal-usulnya namun kurang populer, misalnya:
* Korban kecelakaan lalu-lintas yang wajahnya rusak.
* Seorang wanita yang mengalami gangguan kejiwaan sehingga merobek mulutnya dengan benda tajam.
* Seorang wanita korban pemerkosaan yang mulutnya dirobek oleh si pemerkosanya atau ia sendiri yang melakukannya setelah menjadi gila karena perkosaan itu.
* Seorang wanita yang leluhurnya memperoleh uang haram dengan menyembah siluman anjing sehingga anak cucunya dikutuk bermulut robek dan bila mati akan menjadi siluman.
Kuchisake-onna menutupi mulutnya yang robek dengan masker operasi dan sering bergentayangan di kota pada waktu malam, terutama ketika sedang berkabut. Bila bertemu seseorang (terutama anak-anak atau mahasiswa) di jalan yang sepi, ia akan bertanya, “Apakah saya cantik?” (Watashi kirei?) .Bila orang itu menjawab “ya”, ia akan membuka maskernya dan bertanya lagi, “Bahkan bila seperti ini?” Pada saat itu, bila si korban yang biasanya terkejut dan takut menjawab tidak, ia akan membunuhnya dengan gunting, golok, sabit, atau senjata tajam lainnya. Bila si korban tetap menjawab ya setelah melihat wajahnya di balik masker, ia akan gembira dan membebaskannya, namun ada juga yang mengatakan walaupun korban melakukan itu, Kuchisake-onna mengikutinya sampai ke rumah baru akan membunuhnya di depan pintu rumah si korban. Bila korbannya wanita, Kuchisake-onna akan merobek mulutnya hingga serupa dengannya, bila korbannya anak-anak, ia akan memakannya.
Legenda urban yang populer pada tahun 70’an mengatakan bahwa korban akan selamat bila ia menjawab “biasa saja”. Sementara versi tahun 2000an mengatakan bahwa korban akan selamat bila menjawab, “begitulah” sehingga Kuchisake-onna bingung dan berpikir dulu apa yang akan ia lakukan, saat sedang bingung itulah korban mempunyai kesempatan untuk kabur. Cara lain untuk lolos dari Kuchisake-onna adalah dengan menawarkannya permen keras berwarna kuning tua karena ia menyukainya namun tidak bisa menikmatinya sehingga mengingatkannya lagi pada penderitaannya. Selain itu bisa juga dengan mengucapkan “pomade” sebanyak tiga kali, ada yang menyebutkan enam kali. Ucapan itu akan membuatnya takut dan kabur karena mengingatkannya kembali pada ahli bedah yang merusak wajahnya. Korban juga bisa memakai pomade untuk mencegahnya mengikutinya. 

 

Okiku Doll

Sebuah boneka misterius yg didalamnya berisi jiwa seorang anak kecil telah menarik keingintahunan orang2 di jepang selama beberapa dekade. Menurut penuturan orang yang pernah melihat boneka ini, boneka ini memang seram dengan segala nuansa non logisnya. Bagaimana bisa benda mati bisa menumbuhkan rambutnya terus menerus. Nama Okiku ini diambil dari seorang anak yang sedang bermain dengan boneka dengan ukuran tinggi 40 sentimeter, berpakaian kimono dengan mata hitam seperti manik-manik dan rambut yang lebat.
Awalnya boneka ini dibeli tahun 1918 oleh seorang pemuda bernama Eikichi Suzuki(17) di Tanuki-koji (toko terkenal di pinggir jalan kota Sapporo) Di sana ia melihat sebuah boneka cantik Jepang dengan Kimono. Boneka ini dibeli Eikichi untuk adiknya yang berumur 2 tahun yang bernama Okiku, anak ini sangat menyenangi boneka ini dan memainkannya setiap hari.
Tapi sayang, Okiku meninggal tak lama setelah itu karena demam. Kemudian pada saat pemakamannya, Keluarga ingin memasukkan boneka ke dalam peti mati-nya tapi entah mengapa mereka lupa. Keluarga gadis tersebut kemudian menempatkan boneka itu di altar rumah tangga dan berdoa untuk setiap hari dalam rangka memperingati Okiku.
Beberapa waktu kemudian, mereka melihat rambut boneka tsb mulai tumbuh. Menurut cerita ini merupakan roh dari gadis itu yang berlindung di dalam boneka itu.
Tahun 1938 keluarga Suzuki pindah ke shakalin, boneka okiku akhirnya dititipkan di kuil Mannenji di Hokkaido. Menurut pendeta di kuil itu, boneka tradisional jepang selalu berambut pendek, dia juga membenarkan kalau rambut boneka okiku terus memanjang, walaupun dipotong terus secara berkala, tapi rambutnya tumbuh terus. Menurut kuil, boneka tradisional awalnya memiliki rambut dipotong pendek, tapi seiring waktu terus bertambah panjang sekitar 25 sentimeter, hingga ke lutut boneka.Meskipun rambut boneka ini dipotong secara berkala , namun menurut cerita rambut tersebut tumbuh lagi. 
Seorang peneliti jepang mengungkapkan bahwa dari hasil uji forensik rambut yang ditumbuhkan boneka ini sama persis dengan rambut pada anak usia 10 tahun. Kabarnya, pengunjung yang berziarah ke kuil tersebut untuk melihat Boneka Okiku sering ngeliat mata sang boneka berkedip kepada mereka. 
 


Toire no Hanako-san
Hanako-san – hantu gadis muda yg berkeliaran di toilet sekolah di jepang dan menjadi salah satu hantu paling terkenal di jepang. Bahkan kisah-kisah hantu yang terjadi di sekolah-sekolah Jepang dibukukan dalam buku Gakko No Kaidan (Kisah2 Hantu di Sekolah). 
Hanako biasanya muncul disiang hari saat jam sekolah. Keberadaan Hanako sering dijadikan ajang uji nyali bagi anak-anak SD di Jepang. hanako biasa muncul di toilet nomor 3 di toilet perempuan.  hanako juga muncul di tempat tertentu di toilet, tapi biasanya dia muncul dari bak mandi dan menunggu siswi untuk menemukannya. hanako dapat muncul dengan mengetuk pintu toilet pada baris ke 3 sebanyak 3 kali, memanggil namanya, lalu menanyakan berbagai pertanyaan, pertanyaan yang sering di tanya adalah " apakah kau disana , hanako san?" jika hanako ada di sana maka akan ada suara " ya , aku disini " . beberapa cerita mengatakan siapa yang berani masuk setelah dia menjawab maka akan melihat siswi dengan rok merah dan kemudian ditarik kedalam toilet. Kalaupun tidak menjawab, biasanya akan menampakan diri dengan sosok anak perempuan memakai rok merah dan rambut bob berponi. Namun ada juga beberapa anak sekolah yang suka menjahili temannya dengan mengunci di toilet agar si teman panik ketakutan bertemu dengan Hanako. Ada yang mengatakan hantu Hanako baru akan muncul jika seseorang yang ‘akan melihat’nya tengah dirundung ketakutan2. Takut akan kegelapan kamar mandi, kematian, hingga takut menstruasi, yang menjadi momok anak-anak ABG.
 Asal Usul Hanako
Hanako sebenarnya merupakan nama yang cukup old-fashioned(cukup kuno utk zaman skrg) untuk nama seorang perempuan jepang dan pernah menjadi nama yg ‘trend’ di masa lalu. Disebutkan, legenda hantu Hanako bermula pada tahun 1950-an dimana saat itu tengah heboh penampakan anak kecil di toilet sekolah dengan rok merah, berambut bob pendek, dan bisa muncul di kamar mandi sekolah-sekolah SD di Jepang. Berdasarkan cerita dan desas desus, bahwa saat itu ada seorang anak kecil yang tengah bersembunyi di toilet sekolah dari kejaran ibunya yang gila, namun malang ia berhasil ditemukan dan dibunuh oleh sang ibu. Versi lainnya menyebutkan bahwa Hanako adalah anak kecil yang tewas karena serangan udara Perang Dunia II, saat ia sedang bermain petak umpet bersama temannya dan bersembunyi di toilet. dan beberapa cerita mengatakan bahwa dia adalah hantu dari seorang mantan murid  yang mengalami kecelakaan di sekolah. ( salah satu cerita dari prefektur fukushima, mengatakan bahwa dia adlah gadis yang bunuh diri dari perpustakaan )

Setiap anak sekolah punya versi cerita Hanakonya masing-masing. Kehebohan hantu Hanako ini kembali terjadi pada tahun 1980 dimana hantu Hanako itu muncul tidak lagi di sekolah SD tetapi juga di SMP maupun SMA. Biasanya Hanako juga menampakan diri di toilet perempuan. Kalaupun dia bisa terlihat oleh anak laki-laki, kemungkinan toilet yang disemayami Hanako adalah toilet unisex.Keberadaan Hanako sama sekali tidak membahayakan jiwa dan tidak suka meneror dengan rasa dendam. Ia hanya makhluk halus yang hanya sekedar muncul untuk menunjukan eksistensinya dan menjadi ‘maskot’ hantu masa kini yang ditakuti anak-anak. Orang yang melihatnya, paling hanya akan lari terbirit-birit dan Hanako tidak akan mengejar. Tidak ada cara khusus untuk menangkal Hanako. Bahkan ada yang menyebutkan jika hantu Hanako pada aslinya adalah sosok yang baik bahkan mau menolong siapa saja yang tengah dalam masalah dan disebut-sebut kerap membawa keberuntungan.
 

Yuki Onna

Ada seorang wanita salju bergaun perak yang hidup di suatu pegunungan di Jepang, yang suka membunuh pemuda2 yg tertarik padanya.
suatu hari, seorang pemuda yg bernama Mokishi turun gunung untuk kembali ke desanyapada misim dingin yang bersalju. di perjalanan, ia bertemu dengan seorang wanita cantik berbaju perak yg terduduk di tengah hamparan salju. gadis itu mengatakan bahwa kakinya terkilir, dan meminta tolong kepada Mokishi untuk mengantarnya pulang.
karena kasihan melihat wajah memelas gadis itu, Mokishi bersedia mengantarnya. ketika Mokishi menanyakan rumah, wanita itu hanya menunjuk ke arah hutan yang lebat dan gelap di depan mereka. mokishi menyuruh gadis itu naik ke keranjang yang digendongnya dan mulai berjalan menuju rumah gadis itu.
perjalanan menembus hutan itu amat panjang dan menguras energi Mokishi. kaki2nya nyaris tidak kuat lagi menahan dingin dan lelah. kelelahan itu adalah tujuan sang gadis, yg selalu menyerang mangsanya pada saat mereka sudah tidak mampu berjalan lagi.
di sela2 perjalanan itu, Mokishi bertanya kepada si gadis apakah mereka tidak salah jalan. si gadis menjawab tidak. Mokishi merasa adanya keanehan pada si gadis, tapi ia memutuskan untuk meneruskan perjalanan sebelum malam semakin larut. ia bertanya lagi apakah si gadis merasa lapar? haus? lelah? apakah keranjangnya terlalu sempit? kemudian ia berkata, membesarkan hati gadis itu agar bersabar melanjutkan sampai akhir perjalanan. si gadis hanya menjawab ya, dg suara yg makin lama makin lemah, dan akhirnya hilang sama sekali.
Mokishi yg heran karena pertanyaannya tidak dijawab menengok ke arah keranjangnya untuk memastikan bahwa si gadis baik2 saja dan mendapati bahwa si gadis tidak ada. keranjangnya hanya berisi bongkahan salju besar yang terbungkus gaun berwarna perak. si gadis salju yg dingin dan kejam mencair karena kehangatan hati Mokishi.
Selain lagenda cerita di atas, Yuki onna juga sering dikatakan seorang istri dari tukang kayu yang tinggal di sebuah pegunungan namun telah lama menghilang ketika berada di pemandian air panas karena melanggar suatu janji yang tidak jelas janji apakah itu.
 

Teke-Teke(Kashima Reiko-San)

Kashima Reiko-san adalah legenda perkotaan di Jepang tentang hantu seorang wanita tanpa kaki yang menghantui kamar mandi sekolah.
Kashima Reiko-san tadinya adalah wanita yang tinggal di Hokkaido, Jepang. Suatu malam, dia diserang oleh sekelompok orang. Mereka menyiksanya secara sadis kemudian ditinggalkan begitu saja. Dia mencoba meminta pertolongan tapi tidak ada yang mendengarnya. Dia merangkak sepanjang jalan dan sampailah dia di jalur kereta dan jatuh pingsan disana. Kereta datang dan menggilasnya hingga terpotong menjadi dua. Sejak saat itu, hantunya penasaran dan ingin balas dendam dan dia mengembara ke penjuru dunia mencari kakinya yang hilang. Sering ditemui di kamar mandi sekolah, tetapi bisa juga muncul di kamar mandi rumah pada tengah malam.

Jika bertemu dan jalan keluarnya : Jika dia menemui anda, dia akan bertanya "Dimana kaki saya?" jawablah.. "Di Expressway Meishin". Kemudian dia akan bertanya lagi, "Siapa yang bilang begitu?", jawablah "Kashima Reiko-san mengatakan kepada saya".
 

NOPPERABOU

Nopperabou adalah hantu bermuka rata. Tidak memiliki mulut, hidung, mata, intinya mukanya rata. Berhati-hatilah jika Anda memiliki wajah yang tampan/cantik, jangan pernah berjalan di malam hari sendirian, karena hantu ini akan muncul.

Nopperabou selalu merasa dirinya adalah manusia. Dia selalu merubah wujudnya dengan wajah manusia. Namun pada saat malam tiba, dia akan berubah menjadi muka rata.
HATI-HATI... Jika Anda meneriakinya ataupun menyebutnya dengan muka rata, dia akan mangupas wajah anda dari kepala anda.
 






AKA MANTO

Di Jepang , hantu ini dikenal juga sebagai "Aka Hanten" , "Ao Hanten". Aka Hanten merupakan anak laki - laki yang sangat tampan dan membuat semua gadis tergila - gila kepadanya. Ketampanannya membuat gadis menuruti semua keinginannya. Lalu dia menutupi mukanya dengan topeng putih untuk menutupi ketampanannya. Beberapa orang bilang dia menculik gadis cantik yang ia pernah temui , dan gadis itu tidak pernah ditemukan lagi.
Beberapa juga memanggilnya "Red Cape". Dia menanyakan , "Apakah ingin kupakaikan jubah merah?". Jika bilang iya , maka kamu akan menghancurkan bajumu , dan menguliti kulit bagian belakangmu sehingga membuatmu seperti mengenakan jubah merah.
Versi lain mengatakan namanya Akakami , Aokami. Aka kami artinya Akkai (merah) Kami (kertas atau tisu). Sedangkan Ao kami artinya Aoi (biru) Kami (kertas atau itu). Jadinya Akakami dan Aokami artinya tisu merah tisu biru. Ketika ada anak perempuan yang pergi ke toilet sekolah paling pojok , biasanya ada suara misterius yang bilang "Mau kertas merah apa kertas biru?". Jika jawab merah kita akan dikuliti hidup hidup sehingga badan kita berwarna merah. Sedangkan jika jawab biru dia akan mencabik kita dan membuat semua darah di tubuh kita keluar sehingga tubuh kita berwarna biru.
  

 Himuro Mansion

 Penggemar video game Fatal Frame tentunya sudah tidak asing dengan dengan kisah Himuro Mansion. Pada permainan tersebut, ada sebuah cerita tentang Himuro Mansion yang dikutip dari kisah nyata. Himuro Mansion ini adalah rumah tradisional Jepang yang letaknya di area terjal berbatuan perbatasan Tokyo. Tempat ini terkenal karena pernah ada pembantaian besar-besaran. Keluarga besar Himuro ini dikenal sebagai penganut aliran Shinto kuno yang taat. Salah satu ritual yang dijalankan adalah The Strangling Ritual yang tujuannya untuk melindungi keluarga Himuro dari kejadian buruk. Tradisi ini dilakukan pada 50 tahun sekali yakni dengan memilih bayi perempuan dari keluarga yang akan dibesarkan secara diam-diam dan diisolasi dari dunia di luar sana. Ketika ritual tersebut dijalankan, anak perempuan itu digiring keluar dengan tangan, leher serta kaki yang diikat di sekawanan sapi atau kuda yang nantinya akan menarik tubuhnya. Suatu saat, konon anak perempuan ini jatuh cinta pada seorang pria yang kemudian menyelamatkannya dari ritual tersebut. Mengetahui hal inilah, kepala keluarga Himuro murka dan langsung mengambil pedang untuk membunuh semua anggota keluarnya secara sadis.


ABURAKAGO

Aburakago dalam mitologi Jepang disebut sebagai anak dari minyak. Dia berada di sekitar lampu minyak. Ada sedikit informasi tentang Yōkai aneh ini. Aburakago muncul dalam bentuk seorang anak kecil, dan cenderung tertarik berada di sekitar lampu minyak. Mereka selalu muncul disertai oleh satu atau lebih bola api, mungkin bola itulah yang disebut dengan Hitodama.
Sering menghisap minyak dari lampu niyak untuk bergerak lebih cepat. Beberapa cerita mengatakan bahwa aburakago adalah manifestasi dari para pencuri minyak , setelah mereka menjadi hantu,kebiasaan mereka terus berlanjut. Berbagai pendapat bermunculan untuk menceritakan asal usul dari mahluk ini, dan apapun pendapatnya yang pasti aburakago adalah mahluk misterius yang mempunyai perilaku aneh.
 



 Hantu Sumur Okiku

Pada tahun 1987 memang telah ditemukan mayat seorang gadis muda belasan tahun di dalam sumur tua di tengah pemukiman penduduk di desa Teitan. Pihak berwajib setempat tak pernah menemukan sebab kematian gadis tersebut, yang dapat diketahui hanya bahwa gadis tersebut tinggal bersama neneknya di pinggiran desa Teitan.
Sang nenek yang mengetahui cucu satu-satunya telah tewas hanya mampu memberi keterangan bahwa sang cucu memang telah menghilang dari rumah sejak dua hari sebelumnya. Tak ada keterangan lain mengenai kematian gadis tersebut. Akhirnya, pihak berwajib setempat menutup kasus tersebut karena setelah dilacak selama lima bulan tidak ditemukan sedikitpun titik terang.
Pada pertengahan tahun 1988, muncullah berita yang menggegerkan kampung Teitan. Beberapa orang kerap melihat penempakan arwah Sadako yang tengah berdiri terdiam di pinggir sumur tua tempat mayatnya ditemukan…..kejadian itu lantas membuat kampung Teitan menjadi mencekam. Tiap senja beranjakgelap…..warga kampung Teitan langsung menutup pintu rumah mereka rapat-rapat.
Para pekerja yang biasa pulang hingga tengah malam, kini memilih pulang lebih awal. Penampakan arwah Sadako biasamya muncul setelah lonceng di kuil kampung tersebut berbunyi dua kali yang menandakan telah
tengah malam….
mungkin dari sinilah nama sadako di film ringu berasal
 

Yurei

Mereka tidak memanggilnya dengan sebutan setan atau hantu atau jin.
Berdasarkan kepercayaan orang Jepang, semua manusia mempunyai roh atau arwah yang disebut sebagai reikon. Setelah seseorang meninggal, reikon akan pergi meninggalkan tubuhnya ke tempat penyucian arwah. Disana dia akan menunggu tubuhnya dikubur dan mendapatkan pemakaman yang layak.
Kalau semuanya berjalan lancar, reikon akan melindungi keluarganya yang masih hidup. Dan dipercaya bahwa arwah orang meninggal tersebut akan kembali ke keluarganya setiap tahun (yang kemudian dinamakan sebagai festival Obon).
Tapi kalau roh-roh tersebut tidak mendapatkan pemakaman yang layak, atau mungkin mereka meninggal karena dibunuh atau bunuh diri, reikon akan berubah menjadi yurei dan gentayangan di dunia manusia sampai rasa penasaran, amarah, dan dendam mereka hilang.
Yurei mempunyai wujud manusia yang memakai jubah kimono putih, tidak mempunyai kaki – alias melayang di udara, rambutnya panjang dan berwarna hitam. Umumnya, mereka juga dikelilingi oleh Hitodama, arwah yang berwujud api.
Yurei tidak gentayangan secara leluasa. Mereka selalu gentayangan tidak jauh dari tempat mereka meninggal. Orang Jepang percaya bahwa Yurei mulai gentayangan pada saat gerbang dunia roh dan dunia manusia hampir menyatu yaitu pada jam 2-3 pagi.
Yurei sendiri pun terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan cara mereka meninggal…
Onryo: adalah roh gentayangan yang mempunyai rasa dendam. Mereka akan memburu orang-orang yang telah menyakitinya.
Goryo: adalah roh gentayangan yang juga mempunyai rasa dendam. Pada saat masih hidup mereka adalah orang-orang yang terpandang, kaya raya, atau mempunyai jabatan tinggi.
Ubume: adalah roh seorang ibu yang meninggal pada saat melahirkan atau roh yang meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil. Karena masih sayang pada anak-anaknya, mereka tidak rela untuk pergi ke dunia fana.
Funayurei: adalah roh orang-orang yang meninggal di laut.
Zashiki-warashi: adalah roh anak-anak. Mereka umumnya tidak berbahaya, tapi cukup nakal untuk mengganggu yang masih hidup.




 

Kuma Onna

Hati – hati terhadap Kuma Onna, beberapa poster atau artikel di tempel di dinding terowongan yang sepi di jepang, banyak yang menganggapnya hanya rumor untuk menakuti para siswa yang sering pulang malam hari dan melewati di terowongan tersebut....apa atau siapa itu Kuma Onna?
Kuma Onna adalah sesosok wanita yang memegang sebuah boneka beruang, di dalam boneka beruang yang ia pegang terdapat berbagai macam perhiasan dan aksesoris yang berharga yang dia ambil dari korbannya.Ia hanya ingin mengambil perhiasan yang terdapat di tubuhmu tapi sayangnya cara ia mengambil perhiasanmu dengan cara memotong bagian tubuhmu yang memakai perhiasan tersebut.
Ketika ia memunculkan dirinya dan menentukan targetnya dia akan membacakan sebuah puisi yang bunyinya kurang lebih seperti ini :“anak sekolah memakai lipstik agar terlihat cantik...memasang pita berwarna merah didada mereka...Mereka selalu berdusta dengan cara menangis seperti bayi...kepada kekasih atau orang tua mereka...memakai sesuatu sebagai tanda kesombongan...hanya untuk menuju kematian...”
Menurut salah seorang siswi yang pernah bertemu dengan kuma onna, satu-satunya cara untuk selamat yaitu melepaskan dan meninggalkan semua perhiasan atau aksesoris yang kamu kenakan, maka ia akan pergi sambil membawa perhiasan atau aksesoris yang tadi kamu tinggalkan.
 

HAIKU (no) TOMINO (Tomino Poetry)

Tomino adalah cerita legenda masyarakat Jepang tentang sebuah puisi kematian yang dapat mencelakai bahkan membunuh siapa pun yang membaca dan mengucapkan puisi ini dengan suara yang keras. Beberapa orang menceritakan bahwa Tomino adalah seorang gadis kecil yang lahir cacat, ia menuliskan sebuah sajak puisi untuk diperlihatkan kepada orang tuanya tapi karena isi puisinya sangat aneh maka orang tua Tomino memarahi dan menghukum Tomino, lalu menguncinya kedalam gudang sempit dan tak memberinya makan, dalam keadaan kelaparan akhirnya Tomino meninggal. Berselang beberapa hari kemudian kedua orangtua Tomino pun akhirnya meninggal dengan tidak wajar. Katanya puisi tersebut tidak boleh sampai dibaca 3 kali dengan suara yang keras minna.
 #maaftidakbisamempostpuisinya
 
 
 


Onibaba

 Onibaba adalah hantu dari cerita rakyat Jepang yang memiliki penampilan seorang wanita tua yang sangat suka memakan manusia. Onibaba bermukim di gua kecil di Adachigahara, Ia lebih dikenal dengan sebutan Hantu Wanita tua dari Adachigahara.
Menurut cerita Onibaba seorang wanita tua yang keriput. Dengan rambut yang acak-acakan seperti orang gila, dan mulut yang menganga lebar, terkadang digambarkan dengan memegang pisau dan duduk dengan segulung benang yang disampingnya terdapat panci yang berisikan rebusan air. Dia sering menyembunyikan penampilan setan nya untuk mengelabui korbannya dengan menyamar sebagai nenek tua yang menyendiri.
Diceritakan bahwa onibaba membunuh korbannya dengan mengambil ginjal dan hati mereka secara hidup-hidup lalu merebus dan memakannya tetapi yang lebih disenanginya yaitu meminum darah janin bayi manusia.
Ada sebuah museum kecil di Adachigahara yang dikatakan menyimpan panci dan pisau Onibaba yang digunakan untuk membunuh dan memasak korbannya.


Ubume 

Ubume adalah roh perempuan yang meninggal saat melahirkan atau meninggal tanpa memastikan bahwa anak-anak mereka telah disediakan. Ubume menjadi perhatian umum di Jepang, tentang tugas seorang ibu terhadap anak-anaknya. Ada banyak kisah tetang Ubume. Ubume muncul dalam bentuk hantu Jepang pada umumnya, mereka berpakaian jubah putih dan memiliki rambut panjang, tidak terikat dan kusut.
Dalam beberapa cerita, ubume akan membeli permen dan makanan lain untuk anak-anak mereka yang masih hidup dengan koin yang ternyata adalah daun-daun kering. Dalam cerita lain, ubume akan mencoba untuk menarik perhatian manusia, dan memimpin dia untuk pergi ke tempat di mana anaknya tersembunyi, sehingga anaknya mendapat ritual yang benar dan diterima di kalangan masyarakat.
 




Onryou (Sadako)

Onryou adalah salah satu hantu menakutkan di Jepang dan begitu terkenal. Kabarnya, hantu ini menaruh dendam kepada orang lain semasa hidupnya. Biasanya, setelah ia meninggal arwahnya pun akan gentayangan demi membalaskan dendamnya tersebut. Untuk wujud hantu Onryou ini sendiri seringkali digambarkan dengan :
• .Rambut panjang terurai.
• Mengenakan kimono berwarna putih
• Pergelangan tangannya menjuntai ke bawah
• Biasanya kakinya tidak menapak
 





Zashiki Warashi

Nama Zashiki Warashi diambil dari istilah nama lantai tatami ‘Zashiki‘ dan ‘Warashi‘ (istilah lain untuk menyebut ‘bocah’) yang keseluruhannya berarti ‘Bocah di dalam ruangan’.Wujudnya menyerupai anak kecil dan bisa dibilang merupakan jin rumahan. Sama seperti anak kecil pada umumnya, pada dasarnya Zashiki Warashi adalah youkai yang senang bermain. Ia senang berlarian ke sana kemari, memainkan barang-barang, membunyikan alat musik, dan sebagainya.
Zashiki Warashi bukanlah yōkai yang agresif. Dari segi fisik dan perilaku, sama seperti anak manusia biasa dan tidak berbahaya. Menurut kepercayaan masyarakat Jepang, kedatangan Zashiki Warashi merupakan pertanda bahwa keluarga yang didatangi adalah keluarga makmur yang sejahtera. Kehadirannya seolah memiliki pesan tersirat bahwa yōkai ini juga membutuhkan kasih sayang, perhatian, dan respek dari siapapun yang bersedia menjadi ‘orang tua asuh’nya. Jika Zashiki Warashi diperbolehkan menumpang, ia akan memancarkan aura keberuntungan yang berlipat ganda sebagai bukti balas budi. Namun jika Zashiki Warashi meninggalkan rumah apalagi dengan cara yang kurang menyenangkan seperti diusir, maka seluruh anggota keluarga akan medapat masalah. Mulai dari kebangkrutan, bencana alam, dan persoalan lainnya yang datang bertubi-tubi.
Cara Mendeteksi Keberadaan Zashiki Warashi.
Sulit bagi orang biasa untuk mengetahui apakah di rumahnya ada Zashiki Warashi atau tidak. Terkadang, Zashiki Warashi bisa terlihat oleh anak kecil yang masih sangat polos. Konon bagi mereka yang ingin bertatap muka langsung dengan Zashiki Warashi, harus mengunjungi terlebih dahulu sebuah kamar di hotel Ryokufuso di dalam area Kindai-Ichi Onsen yang berada di Ninohe, Iwate yang menurut urban legend disebut-sebut sebagai kediaman asli Zashiki Warashi. Menurut rumor yang beredar, pada tengah malam sosok Zashiki Warashi laki-laki akan menampakkan diri di sebuah ruangan bertatami lantai dua penginapan ini. Bagi siapa yang bisa melihatnya, akan memperoleh keberuntungan. Walau terdengar mistis, nyatanya hotel tersebut selalu ramai bahkan full booked dari jauh hari. Penginapan ini pernah terbakar yang disebabkan oleh seorang anak kecil misterius berkimono merah yang tengah bermain api di kuil belakang penginapan tersebut.Hanya kuil dan signage penginapan tersebut yang selamat dari lalapan api. Ryokufuso kemudian dibangun kembali menjadi sebuah hotel yang lebih modern. Selain itu, ada juga kuil khusus Zashiki Warashi yang terletak di kaki gunung Hayachine, bernama Kuil Hayachine. Di dalam kuil ini, terdapat banyak sekali boneka Zashiki Warashi dalam berbagai model yang dibawa oleh orang-orang yang datang dan tengah mencari berkah dan kebahagiaan.
 

Rokurokubi

Rokurokubi adalah manusia yang mendapat hukuman karena melanggar pantangan dalam ajaran Buddha. Pada siang hari hantu jepang ini nampak seperti layaknya manusia biasa, mereka bisa membaur dengan masyarakat, bahkan ada yang mempunyai suami. Tapi waktu malam hari, leher mereka memanjang dan wajahnya dapat berubah jadi menyeramkan. Hantu jepang ini dikatakan gemar menakuti orang, biasanya mereka menampakkan diri dihadapan pemabuk atau orang yang sedang tidur. Konon Rokurokubi juga menghisap darah.
 
 








Nekekubi
Nukekubi, dalam bahasa China artinya leher yang bisa dilepas, hampir sama dengan hantu Jepang rokurokubi, pada siang hari bisa menjadi manusia biasa dan membaur dengan masyarakat, namun pada malam hari kepala nekukebi bisa terpisah dari badannya. Setelah terpisah dari tubuhnya, kepala hantu jepang ini bisa terbang untuk mencari manusia. Kepala yang terpisah ini akan menjerit dan menggigit korbannya. Dalam keadaan terpisah, tubuh hantu jepang nukekubi ini menjadi benda mati. Dalam beberapa legenda, jika kepala hantu jepang ini tak bisa menemukan badannyanya sampai matahari terbit, maka nukekubi itu akan mati. Cara untuk membedakan Nukekubi dengan orang biasa adalah adanya garis merah di leher, yang mana merupakan tempat terpisahnya kepala dengan badan (di Indonesia sangat mirip dengan Leak)